a. Batubara, sebagai bahan utama pembuatan briket batubara.
·
Semakin tinggi nilai kalorinya,
panas yang dihasilkan akan semakin tinggi
·
Semakin tinggi nilai kalorinya,
pembakaran akan semakin lama karena unsur zat yang mudah terbakar (volatile
matter) yang dikandungnya akan semakin sedikit
·
Semakin banyak komposisi
batubaranya, pembakaran yang dihasilkan akan semakin panas dan semakin lama
·
Semakin tinggi nilai kalorinya
semakin sulit menyala, karena kadar volatile matternya akan semakin sedikit
·
Semakin rendah nilai kalorinya,
panas yang dihasilkan akan semakin berkurang dan lama pembakaran akan semakin
cepat. Batubara dengan nilai kalori rendah juga mengandung banyak air sehingga
menyulitkan dalam penyalaan, berasap dan panas yang berkurang. Solusinya dengan
cara pengeringan (mengurangi kadar air) dan dengan cara karbonisasi (menaikkan
kadar kalori batubara)
b. Biomassa (serbuk kayu
keras), sebagai bahan untuk mempercepat dan memudahkan proses pembakaran
·
Semakin banyak komposisi biomassa
maka briket akan semakin mudah terbakar dan pencapaian suhu maksimalnya akan
semakin cepat
·
Kelemahannya semakin banyak
komposisi biomassanya, lama pembakaran menjadi semakin berkurang
·
Biomassa dapat diubah / diolah
menjadi bio arang, yang merupakan bahan bakar dengan tingkat nilai kalor yang
cukup tinggi dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari
·
Semakin besar komposisi biomassa,
maka kandungan emisi polutan CO dan polusi HC akan semakin berkurang
c. Tanah liat, sebagai
bahan pengeras sekaligus perekat
·
Jenis tanah liat yang dipilih, harus
mengandung unsur Kaulinik yaitu unsur yang mempengaruhi kerekatan, kekerasan
dan kekeringan
·
Semakin banyak komposisinya, briket
yang dihasilkan akan semakin keras
·
Semakin banyak komposisinya, gas CO
yang dihasilkan akan semakin sedikit
·
Dari hasil uji coba untuk ketahanan
dan lama pembakaran, komposisi yang terbaik untuk tanah liat adalah 10%
d. Tepung tapioka, sebagai bahan perekat utama
·
Pemilihan tepung tapioka yang baik
juga diperlukan untuk mendapatkan daya rekat yang kuat dan tidak mudah hancur
·
Pembuatan "adonan perekat"
dari tepung tapioka dengan air juga harus diperhatikan sehingga benar-benar
matang dan kental. Setelah adonan jadi sebaiknya didinginkan terlebih dahulu
sehingga adonan tersebut benar-benar kental dan rekat
e. Kapur (lime), sebagai bahan imbuhan yang digunakan untuk
mengikat racun dan mengurangi bau belerang
·
Dari hasil uji coba, komposisi yang
terbaik untuk kapur adalah 1%
·
Komposisi kapur juga perlu
diperhatikan, karena apabila terlalu banyak akan membuat panas pembakaran
briket menjadi berkurang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar