Rabu, 07 Maret 2012

Bahan Campuran Briket Batubara dan Fungsinya

 

a.    Batubara, sebagai bahan utama pembuatan briket batubara.
·       Semakin tinggi nilai kalorinya, panas yang dihasilkan akan semakin tinggi
·       Semakin tinggi nilai kalorinya, pembakaran akan semakin lama karena unsur zat yang mudah terbakar (volatile matter) yang dikandungnya akan semakin sedikit
·       Semakin banyak komposisi batubaranya, pembakaran yang dihasilkan akan semakin panas dan semakin lama
·       Semakin tinggi nilai kalorinya semakin sulit menyala, karena kadar volatile matternya akan semakin sedikit
·       Semakin rendah nilai kalorinya, panas yang dihasilkan akan semakin berkurang dan lama pembakaran akan semakin cepat. Batubara dengan nilai kalori rendah juga mengandung banyak air sehingga menyulitkan dalam penyalaan, berasap dan panas yang berkurang. Solusinya dengan cara pengeringan (mengurangi kadar air) dan dengan cara karbonisasi (menaikkan kadar kalori batubara)
b.     Biomassa (serbuk kayu keras), sebagai bahan untuk mempercepat dan memudahkan proses pembakaran
·       Semakin banyak komposisi biomassa maka briket akan semakin mudah terbakar dan pencapaian suhu maksimalnya akan semakin cepat
·       Kelemahannya semakin banyak komposisi biomassanya, lama pembakaran menjadi semakin berkurang
·       Biomassa dapat diubah / diolah menjadi bio arang, yang merupakan bahan bakar dengan tingkat nilai kalor yang cukup tinggi dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari
·       Semakin besar komposisi biomassa, maka kandungan emisi polutan CO dan polusi HC akan semakin berkurang
c.     Tanah liat, sebagai bahan pengeras sekaligus perekat
·       Jenis tanah liat yang dipilih, harus mengandung unsur Kaulinik yaitu unsur yang mempengaruhi kerekatan, kekerasan dan kekeringan
·       Semakin banyak komposisinya, briket yang dihasilkan akan semakin keras
·       Semakin banyak komposisinya, gas CO yang dihasilkan akan semakin sedikit
·       Dari hasil uji coba untuk ketahanan dan lama pembakaran, komposisi yang terbaik untuk tanah liat adalah 10%
d.   Tepung tapioka, sebagai bahan perekat utama
·       Pemilihan tepung tapioka yang baik juga diperlukan untuk mendapatkan daya rekat yang kuat dan tidak mudah hancur
·       Pembuatan "adonan perekat" dari tepung tapioka dengan air juga harus diperhatikan sehingga benar-benar matang dan kental. Setelah adonan jadi sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sehingga adonan tersebut benar-benar kental dan rekat
e.    Kapur (lime), sebagai bahan imbuhan yang digunakan untuk mengikat racun dan mengurangi bau belerang
·       Dari hasil uji coba, komposisi yang terbaik untuk kapur adalah 1%
·       Komposisi kapur juga perlu diperhatikan, karena apabila terlalu banyak akan membuat panas pembakaran briket menjadi berkurang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar