Kamis, 28 Mei 2015

Beasiswa Dikti "Program Pengembangan Calon Dosen Politeknik/Vokasi 2015"

Program pengembangan calon dosen politeknik/vokasi ditawarkan kepada pelamar melalui Perguruan Tinggi Negeri dan Kopertis Wilayah di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Penawaran juga disebarluaskan melalui laman resmi Ditjen Sumberdaya Iptek dan Dikti.

Persyaratan Melamar
Calon pelamar harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Memiliki gelar D4 atau S1 dari perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Ristek dan Dikti;
  2.  Belum pernah mendapatkan gelar S-2 sebelumnya;
  3. Memiliki IPK D4 atau S1 minimum 3.00 dari skala 4.00
  4. Menguasai bahasa Inggris minimal setara dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 500, atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5;
  5. Menguasai bahasa pengantar selain bahasa Inggris (bahasa Mandarin/bahasa Jerman) yang masih berlaku dan sesuai standar yang negara studi yang dituju (diprioritaskan)
  6. Sedang melakukan ikatan kerja sebagai calon dosen politeknik di lingkungan
  7. Kementerian Ristek dan Dikti, dibuktikan dengan surat perjanjian kerja (kontrak kerja) antara pimpinan politeknik asal dengan yang bersangkutan;
  8. Umur maksimum 26 tahun, atau maksimum 24 tahun bagi calon pelamar yang memiliki masa kerja kurang dari 2 (dua) tahun;
  9. Mendapat izin dari pimpinan politeknik yang bersangkutan untuk mengikuti seleksi program dan meninggalkan aktivitas rutin selama minimal 6 (enam) bulan untuk mengikuti pelatihan bahasa Inggris dan/atau bahasa asing lainnya secara penuh waktu (full time) di sentra yang ditunjuk oleh Ditjen Sumberdaya Iptek dan Dikti;
  10. Berbadan sehat dan bebas narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya (napza), dibuktikan dengan surat keterangan dokter; dan
  11. Lulus tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh Ditjen Sumberdaya Iptek dan Dikti.

Rabu, 27 Mei 2015

Anak Daerah juga Bisa !!! Part I

Welcome to My Blog,

Setelah sekian lama blog ini didirikan (kayak perusahaan aja), akhirnya bisa diupdate isinya. Awalnya sih cuma ikut trend bikin blog, tapi setelah melalang buana kemana-mana akhirnya kalo sadar kalo berbagi informasi itu penting banget. Contoh kalo lagi mau test kerja ke suatu perusahaan (pengalaman ni yee), kita pasti search everything about that company, kalo anak kekinikan bilangnya googling. Pasti yang dicari benefit, standar gaji, masjid terdekat ( you know lah :D ) dan laennya. Nah kalo info tersebut gak ada, bingung juga kan jadinya hehehe. Namun ini gak berlaku buat orang yang networkingnya luas, mereka gak perlu googling, cukup call, whatsapp, line, bbm atau skype relasinya yang tahu tentang perusahaan tersebut. Kalo agan/aganwati (emang forum kaskus) termasuk golongan umat ini, bisa dikatakan "KEREN".

Okeh, kembali ke laptop. Sesuai judul postingnya "Anak Daerah juga Bisa", saya akan berbagi pengalaman saya sampai terkahir update ni posting yang terbag beberapa part, ya gak penting-penting banget sih. Kalo baik ya di silahkan di ambil positifnya, kalo jelek mohon bisa dikoreksi dan jangan di tiru yah tanpa pengawasan ahlinya (abaikan). "Anak Daerah juga Bisa" mungkin lebih tepatnya perjalanan karir saya di dunia kerja setelah menempuh perkuliahan. Setelah lulus dari salah satu perguruan tinggi negeri di Palembang, yang namanya tidak akan saya sebutkan, atau kita pake inisial saja ya, Politeknik Negeri Sriwijaya disingkat "POLSRI". (itu mah disebut lengkap, aduh mama sayangeeee #abdurSUCI4). Buat yang memerlukan bahan referensi bisa di baca ni Tugas Akhir saya yang berjudul "RANCANG BANGUN ALAT GASIFIKASI BIOMASSA (KAYU KARET) SISTEM UPDRAFT SINGLE GAS OUTLET ( Pengaruh Laju Alir Air pada Venturi Wet Srubber Terhadap Produk Syngas )"

Senin, 04 Mei 2015

Gasifikasi Biomassa

Gasifikasi adalah suatu teknologi proses konversi bahan padat menjadi gas yang mudah terbakar. Bahan padat yang dimaksud dari bahan bakar padat misalnya, biomassa, batubara, dan arang yang mengandung karbon (C), sedangkan gas yang dimaksud adalah gas-gas yang dihasilkan dari proses gasifikasi seperti CO, H2, dan CH4. Melalui gasifikasi, kita dapat mengkonversi hampir semua bahan organik kering menjadi bahan bakar, sehingga dapat menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber bahan bakar. Bahan baku untuk proses gasifikasi dapat berupa limbah biomassa, yaitu potongan kayu, tempurung kelapa, sekam padi maupun limbah pertanian lainnya.
Gasifikasi umumnya terdiri dari empat proses, yaitu pengeringan, pirolisis, oksidasi, dan reduksi. Pada gasifier jenis unggun terfluidakan, kontak yang terjadi saat pencampuran antara gas dan padatan sangat kuat sehingga perbedaan zona pengeringan, pirolisis, oksidasi, dan reduksi tidak dapat dibedakan. Salah satu cara untuk mengetahui proses yang berlangsung pada gasifier jenis ini adalah dengan mengetahui rentang temperatur masing-masing proses, yaitu:
  • Pengeringan: T > 150 °C
  • Pirolisis/Devolatilisasi: 150 < T < 700 °C
  • Oksidasi: 700 < T < 1500 °C
  • Reduksi: 800 < T < 1000 °C

Rabu, 07 Maret 2012

Pengujian Pada Biodiesel


Berikut Ini Beberapa Parameter Pengujian Biodiesel
·         Diperiksa warna biodiesel yang dihasilkan secara visual
·         Diperiksa pH biodiesel yang dihasilkan dengan menggunakan kertas lakmus atau pH meter. pH standar biodiesel berkisar [ada pH 7.
·         Pengukuran density  biodiesel menggunakan piknometer ( Ketaren,1986 )           :
1.       Ditimbang berat piknometer kosong.
2.       Ditimbang berat piknometer + air ( pada 20o C )
3.       Dihitung volme piknometer.
4.       Ditimbang berat piknometer + biodiesel.
5.       Dihitung berat biodiesel
6.       Dihitung densitas biodiesel

·         Pengukuran viskositas biodiesel ( Ketaren,1986 )                               :
1.       Ditentukan massa jenis bola dan massa jenis biodiesel
2.       Dimasukan biodiesel ke dalam tabung viskometer
3.       Dimasukan bola ke dalam tabung yang telah berisi biodiesel dan dijaga jangan sampai ada gelembung udara. Pada saat bola sampai tanda paling atas, stopwatch dihidupkan dan dimatikan pada saat bola sampai tanda bagian bawah
4.       Dicatat waktu yang digunakan , yaitu gerakan bola dari tanda bagian atas sampai tanda bagian bawah
5.       Dibalik tabung tersebut dan mengulangi pengikuran hingga dicapai harga viskositas yang tepat.
6.       Dihitung viskositas dengan rumus, µ= K (ρ1 – ρ2 )t

Bahan Campuran Briket Batubara dan Fungsinya

 

a.    Batubara, sebagai bahan utama pembuatan briket batubara.
·       Semakin tinggi nilai kalorinya, panas yang dihasilkan akan semakin tinggi
·       Semakin tinggi nilai kalorinya, pembakaran akan semakin lama karena unsur zat yang mudah terbakar (volatile matter) yang dikandungnya akan semakin sedikit
·       Semakin banyak komposisi batubaranya, pembakaran yang dihasilkan akan semakin panas dan semakin lama
·       Semakin tinggi nilai kalorinya semakin sulit menyala, karena kadar volatile matternya akan semakin sedikit
·       Semakin rendah nilai kalorinya, panas yang dihasilkan akan semakin berkurang dan lama pembakaran akan semakin cepat. Batubara dengan nilai kalori rendah juga mengandung banyak air sehingga menyulitkan dalam penyalaan, berasap dan panas yang berkurang. Solusinya dengan cara pengeringan (mengurangi kadar air) dan dengan cara karbonisasi (menaikkan kadar kalori batubara)
b.     Biomassa (serbuk kayu keras), sebagai bahan untuk mempercepat dan memudahkan proses pembakaran
·       Semakin banyak komposisi biomassa maka briket akan semakin mudah terbakar dan pencapaian suhu maksimalnya akan semakin cepat
·       Kelemahannya semakin banyak komposisi biomassanya, lama pembakaran menjadi semakin berkurang
·       Biomassa dapat diubah / diolah menjadi bio arang, yang merupakan bahan bakar dengan tingkat nilai kalor yang cukup tinggi dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari
·       Semakin besar komposisi biomassa, maka kandungan emisi polutan CO dan polusi HC akan semakin berkurang

Sabtu, 03 Maret 2012

PLTU di Indonesia


Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara adalah salah satu jenis instalasi pembangkit tenaga listrik dimana tenaga listrik didapat dari mesin turbin yang diputar oleh uap yang dihasilkan melalui pembakaran batubara.
Siklus di PLTU dapat dibedakan menjadi
  1. Siklus Udara, sebagai campuran bahan bakar
  2. Siklus Air, sebagai media untuk menghasilkan uap air (steam)
  3. Siklus Batubara, sebagai bahan bakar

Pada masa mendatang, produksi batubara Indonesia diperkirakan akan terus meningkat; tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (domestik), tetapi juga untuk memenuhi permintaan luar negeri (ekspor). Hal ini mengingat sumber daya batubara Indonesia yang masih melimpah, di lain pihak harga BBM yang tetap tinggi, menuntut industri yang selama ini berbahan bakar minyak untuk beralih menggunakan batubara.
Adanya rencana pembangunan PLTU baru di dalam dan luar Pulau Jawa dengan total kapasitas 10.000 MW, meningkatnya produksi semen setiap tahun, dan semakin berkembangnya industri-industri lain seperti industri kertas (pulp) dan industri tekstil merupakan indikasi permintaan dalam negeri akan semakin meningkat.  Demikian pula halnya dengan permintaan batubara dari negara-negara pengimpor mengakibatkan produksi akan semakin meningkat pula

Kamis, 01 Maret 2012

Energi Biomassa


Penggunaan energi besar-besaran telah membuat manusia mengalami krisis energi. Ini disebabkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan gas alam yang sangat tinggi. Sebagaimana kita ketahui, bahan bakar fosil merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Untuk mengatasi krisis energi masa depan, beberapa alternatif sumber energi mulai dikembangkan, salah satunya adalah energi biomassa.
Biomassa, dalam industri produksi energi, merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar atau untuk produksi industrial. Umumnya biomassa merujuk pada materi tumbuhan yang dipelihara untuk digunakan sebagai biofuel, tapi dapat juga mencakup materi tumbuhan atau hewan yang digunakan untuk produksi serat, bahan kimia, atau panas. Biomassa dapat pula meliputi limbah terbiodegradasi yang dapat dibakar sebagai bahan bakar. Biomassa tidak mencakup materi organik yang telah tertransformasi oleh proses geologis menjadi zat seperti batu bara atau minyak bumi.Pada awalnya, biomassa dikenal sebagai sumber energi ketika manusia membakar kayu untuk memasak makanan atau menghangatkan tubuh pada musim dingin. Kayu merupakan sumber energi biomassa yang masih lazim digunakan tetapi sumber energi biomassa lain termasuk bahan makanan hasil panen, rumput dan tanaman lain, limbah dan residu pertanian atau pengolahan hutan, komponen organik limbah rumah tangga dan industri, juga gas metana sebagai hasil dari timbunan sampah.