Berikut Ini Beberapa Parameter Pengujian Biodiesel
·
Diperiksa warna biodiesel yang
dihasilkan secara visual
·
Diperiksa pH biodiesel yang
dihasilkan dengan menggunakan kertas lakmus atau pH meter. pH standar biodiesel
berkisar [ada pH 7.
·
Pengukuran density biodiesel
menggunakan piknometer ( Ketaren,1986
) :
1.
Ditimbang berat piknometer kosong.
2.
Ditimbang berat piknometer + air (
pada 20o C )
3.
Dihitung volme piknometer.
4.
Ditimbang berat piknometer +
biodiesel.
5.
Dihitung berat biodiesel
6.
Dihitung densitas biodiesel
·
Pengukuran viskositas biodiesel ( Ketaren,1986 ) :
1.
Ditentukan massa jenis bola dan
massa jenis biodiesel
2.
Dimasukan biodiesel ke dalam
tabung viskometer
3.
Dimasukan bola ke dalam tabung
yang telah berisi biodiesel dan dijaga jangan sampai ada gelembung udara. Pada
saat bola sampai tanda paling atas, stopwatch
dihidupkan dan dimatikan pada saat bola sampai tanda bagian bawah
4.
Dicatat waktu yang digunakan ,
yaitu gerakan bola dari tanda bagian atas sampai tanda bagian bawah
5.
Dibalik tabung tersebut dan mengulangi
pengikuran hingga dicapai harga viskositas yang tepat.
·
Penentuan kadar airdalam biodiesel
( Ketaren,1986 ) :
1.
Ditimbang 10 gr biodiesel dalam
cawan petri (A)
2.
Dipanaskan di dalam oven dengan
suhu 1050C selama 1,5 jam.
3.
Dikeluarkan biodiesel dari oven
setelah 1,5 jam
4.
Ditimbang biodiesel ( B ),
pengurangan berat minyak dinyatakan sebagai sebagai berat air yang menguap dari
minyak.
5.
Dihitung kadar air dengan rumus,
·
Penetuan kadar asam ( acid number
) biodiesel ( Ketaren, 1986 ) :
1.
Ditimbang minyak sebanyak 10 gram
di dalam erlenmeyer 200 ml.
2.
Ditambahkan 50 ml alkohol netral
95%, kemudian dipanaskan selama 10 menit dalam penangas air sambil diaduk.
3.
Dititrasi larutan tersebut dengan
KOH 0,1 N dengan indikator larutan p.p, sampai terlihat warna merah jambu.
4.
Ditentukan kadar asam dengan
rumus,
·
Penentuan flash point biodiesel :
1.
Diisi bejana logam dengan
biodiesel yang akan diketahui titik nyalanya sampai dengan tanda batas, dan
dipasang termometer diatas cawan sampai menyentuh sampel.
2.
Dipasang selang gas pembakar.
3.
Dihidupkan pemanas dan pemanasan
diatur agar kenaikan suhu pemanasan kira-kira 50 C/menit
4.
Dipanaskan sampel sampai terbakar
apabila didekat dengan api
5.
Dicatat temperatur pada saat
sampel terbakar. Temperatur tersebut menunjukan titik nyala dari biodiesel
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar